Pengertian
Kata adalah rangkaian beberapa huruf yang memliki
makna.
Kosakata adalah sekumpulan dari kata-kata yang sejenis.
Diksi adalah suatu proses memilih kata yang tepat
untuk menyatakan sesuatu.
Klasifikasi
Kata Berdasarkan Diksi
- Denotatif dan Konotatif
Denotatif adalah suatu kata yang memiliki makna
sebenarnya, apa adanya sesuai realita atau menurut makna pengertian kamus.
Contoh:
Feri memiliki mata yang indah.
Konotatif
Konotatif
adalah suatu kata yang memiliki makna yang tidak sebenarnya atau makna kiasan.
Contoh: Vivi menjadi tangan kanan Pak Anto.
- Konkret dan Abstrak
Konkret adalah suatu kata yang acuannya dapat diserap
oleh panca indra.
Contoh:
Renda membeli kursi di pasar itu.
Abstrak adalah suatu kata yang jika acuannya tidak mudah
diserap oleh pancaindra
Contoh:
Yanto memiliki perasaan yang tulus.
- Makna Umum dan Makna Khusus
Makna umum adalah suatu kata yang maknanya memiliki acuan
atau referen yang luas
Contoh: Mirna menanam bunga di taman.
Makna khusus adalah suatu kata yang makananya
memiliki acuan atau referen yang sempit.
Contoh: Mimi memetik mawar.
- Sinonim dan Antonim
Sinonim adalah suatu kata yang pada dasarnya memiliki
ejaan dan lafal yang berbeda tetapi maknanya sama.
Contoh:
mati, meninggal, wafat, ...
Antonim adalah suatu kata yang pada dasarnya memiliki
ejaan, lafal, dan makna yang berbedadari makna kata yang lain.
Contoh:
gemuk >< kurus
- Homonim, Homofon dan Homograf
Homonim adalah suatu kata yang memiliki ejaan (tulisan)
dan lafal (bunyi) yang sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh: Veri memiliki beruang yang cantik
Ayah Vivi ialah bos di suatu
perusahaan asing, oleh sebab itu Vivi beruang.
Homofon adalah suatu kata yang memiliki lafal yang sama
tetapi ejaan dan maknanya berbeda.
Contoh: Bang Anto menabung di Bank
Mandiri.
Homograf adalah suatu kata yang memiliki ejaan yang sama,
tetapi lafal dan maknanya berbeda.
Contoh:
Bernita sedang duduk di teras
Pak Minto ialah pejabat teras.
- Polisemi
Polisemi adalah suatu kata yang memiliki banyak turunan
kata sehingga makna pun menjadi banyak pula.
Contoh: Sasa menjabat sebagai kepala sekolah
sedangkan adiknya, Mimin, menjabat sebagai kepala gudang.
- Hiponim dan Hipernim
Hipernim adalah suatu kata yang memiliki makna yang umum.
Contoh: Wiwin membeli ikan di Pasar Genjing.
Hiponim adalah suatu kata yang memilikimakna yang
khusus.
Contoh: Pak Martona tidak mengetahui
kalau Bu Marna menjual lele, tenggiri, dan mujair di pasar itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar