JellyPages.com

Sabtu, 08 September 2012

Diksi



Pengertian
Kata  adalah rangkaian beberapa huruf yang memliki makna.
Kosakata  adalah sekumpulan dari kata-kata yang sejenis.
Diksi  adalah suatu proses memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu.

Klasifikasi Kata Berdasarkan Diksi
  1. Denotatif dan Konotatif
Denotatif adalah suatu kata yang memiliki makna sebenarnya, apa adanya sesuai realita atau menurut makna pengertian kamus.
Contoh: Feri memiliki mata yang indah.
Konotatif
Konotatif adalah suatu kata yang memiliki makna yang tidak sebenarnya atau makna kiasan.
            Contoh: Vivi menjadi tangan kanan Pak Anto.

  1. Konkret dan Abstrak
Konkret adalah suatu kata yang acuannya dapat diserap oleh panca indra.
Contoh: Renda membeli kursi di pasar itu.
Abstrak adalah suatu kata yang jika acuannya tidak mudah diserap oleh pancaindra
Contoh: Yanto memiliki perasaan yang tulus.

  1. Makna Umum dan Makna Khusus
Makna umum adalah suatu kata yang maknanya memiliki acuan atau referen yang luas
Contoh: Mirna menanam bunga di taman.
Makna khusus adalah suatu kata yang makananya memiliki acuan atau referen yang sempit.
Contoh: Mimi memetik mawar.

  1. Sinonim dan Antonim
Sinonim adalah suatu kata yang pada dasarnya memiliki ejaan dan lafal yang berbeda tetapi maknanya sama.
Contoh: mati, meninggal, wafat, ...
Antonim adalah suatu kata yang pada dasarnya memiliki ejaan, lafal, dan makna yang berbedadari makna kata yang lain.
Contoh: gemuk >< kurus

  1. Homonim, Homofon dan Homograf
Homonim adalah suatu kata yang memiliki ejaan (tulisan) dan lafal (bunyi) yang sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh: Veri memiliki beruang yang cantik
              Ayah Vivi ialah bos di suatu perusahaan asing, oleh sebab itu Vivi beruang.
Homofon adalah suatu kata yang memiliki lafal yang sama tetapi ejaan dan maknanya berbeda.
Contoh: Bang Anto menabung di Bank Mandiri.
Homograf adalah suatu kata yang memiliki ejaan yang sama, tetapi lafal dan maknanya berbeda.
Contoh: Bernita sedang duduk di teras
              Pak Minto ialah pejabat teras.

  1. Polisemi
Polisemi adalah suatu kata yang memiliki banyak turunan kata sehingga makna pun menjadi banyak pula.
Contoh: Sasa menjabat sebagai kepala sekolah sedangkan adiknya, Mimin, menjabat sebagai kepala gudang.

  1. Hiponim dan Hipernim
Hipernim adalah suatu kata yang memiliki makna yang umum.
Contoh: Wiwin membeli ikan di Pasar Genjing.
Hiponim adalah suatu kata yang memilikimakna yang khusus.
Contoh: Pak Martona tidak mengetahui kalau Bu Marna menjual lele, tenggiri, dan mujair di pasar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar