A. MATERI
Penyusunan tes
Secara
keseluruhan, penyusunan tes meliputi dua tahap yakni penyusunan rencana tes dan
penyusunan perangkat tes.
Penyusunan
rencana tes
Penyusunan
rencana tes terbagi atas 2 bentuk:
Informasi kelembagaan
Informasi kelembagaan meliputi hal sebagai berikut:
a.
Lembaga di mana tes yang direncanakan itu akan digunakan
perlu diidentifikasikan secara lengkap dan jelas. Informasi yang diperlukan
meliputi: identitas lembaga pendidikan sebagaimana dikenal secara umum, bagian
darilembaga berupa jurusanatau program studi, tingkatatau kelas peserta kelas.
b.
Namamata kuliah atau mata pelajaran yang tesnya sedang
disusunperlu juga diidentifikasikan secara lengkap dan jelas, sesuai dengan
nama yang secaranyata digunakan dilembaga pendidikan tersebut.
c.
Tingkat/ semester/ kelas pembelajar yang akan mengikuti
tes.
d.
Ciri-ciri dan jumlah pembelajar yang merupakan peserta
tes yang penyusunannya sedang direncanakan. Ciri-ciri pembelajar yang mungkin
perlu dipertimbangkan termasuk: bidang kajianpokok yang sedang dipelejari,
usia, jenis, kelamin, tingkat penguasaan bahasa, dan latar belakang
akademik-sosial-ekonomi. Di samping itu perlu dipastikan jumlah pembelajar yang
akan mengkikuti tes, khususnya dalam kaitan dengan jenis dan format tes yang
digunakan. Informasi ini penting untuk dijadikan dasar pertimbangan,
terutamadalam menentukan pilihan antara tes subjektif atau tes objektif.
Garis besar tes
Secara konkret, garis besar tes itu memuat:
a.
Rumusan tujaun umum penyelenggaraan tes yang dikaitkan
dengan tujuan pembelajaran, seperti dirumuskan pada kurikulum yang mendasari
penyelenggaraan pembelajarannya atau informasi dari salah seorang pengajar,
yang perlu dicatata dan dirujuk agar bila perlu, dapat pastikan kebenaran dan
ketepatannya.
b.
Rumusan sejumlah tujuan khusus penyelenggaraan tes,
yang secara nalar merupakan rincian dan sekaligus penjabaran dari tujuan umum,
atas dasar rujukan atau informasi dari salah seorang pengajar, yang perlu
dicatat dan dirujuk agar bilaperlu, dapat dipastikan kebenaran dan
ketepatannya.
c.
Penentuan jenis tes yang akan disusun berdasarkan
tujuan umum dan rincian tujuan khusus yang telah dirumuskan, baik berdasarkan
tujuan, sasaran kemampuan bahasa, sasaran komponen bahasa. Secara khusus juga
ditentukan format tes yang digunakan, terutama dalam menentukan pilihan antara
jenis tes subjektif dan jenis tes objektif, masing-masing dengan rincian dan
justifikasi penggunaannya.
d.
Penentuan bahan yang nantinya perlu disajikan pada awal
tes sebagai acuan pokok dan sumber penyusunan butir-butir tes, khusunya dalam
mempersiapkan tes kemampuan membaca atau tes kemampuan menyimak, baik berupa
wacana tulismaupun wacana lisan yang direkam.
e.
Jumlah butir tes atau pertanyaan yang akan ditanyakan
yang disesuaikan dengan pilihan bahan yang digunakan sebagai rujukan, serta
waktu pengerjaan yangs ecara nyata tersedia.
Rincian rencana tes
|
Informasi kelembagaan
|
Isian
|
|
1.
Universitas/ Sekolah
2.
Fakultas/Jurusan/Program Studi
3.
Tingkat/Semester/Kelas
4.
Jumlah pembelajar peserta kelas
|
Nama lengkap lembaga pendidikan
Nama fakultas/jurusan/program studi
Angka yang menunjukkan tingkat/semester/kelas
Angka yang menunjukkan jumlah peserta tes
|
|
Garis besar tes
|
Isian
|
|
Tujuan
umum penyelenggaraan tes
Rincian
tujuan penyelenggaraan tes
Jenis
tes dan tes formatsecara rinci
Judul
rujukan bahan tes
Jumlah
butir tes
|
Rumusan tujuan umum penyelenggaraan
tes, dengan dukungan rujukan kurikulum
Rumusan rincian tujuan
penyelenggaraan tes, dengan dukunganrujukan kurikulum atau penjelasan
Nama jenis tes dan format tes yang
akan digunakan secara rinci, denganpenjelasandan justifikasi
Nama sumber untuk bahan membuat tes
Angka yang menunjukkan jumlah
butirtes atau pertanyaan
|
Penyusunan
perangkat tes
Penyusunan
perangkat tes ini meliputi:
1.
Penyusunan kisi-kisi tes
Penyusunan ini memuat rumusan tujuan umum, rincian tujuan khusus, yang
disusun secara bertingkat mulai dari yang paling sederhana sampai denganyang
paling sulit, disertai jumlah ataupersentasibutir tes atau pertanyaan untuk
masing-masing rincian tujuan, sesuai dengan tingkat relevansi atau pentingnya
pada tes yang direncanakan.
2.
Penulisan butir-butir tes
Penulisan butir-butir tes atau opertanyaan berdasarkan
rambu-rambupenulisan butir tes atau pertanyaan,sesuai dengan jenis dan format
tes yang telah ditetapkan sebelumnya, dalam jumlah sesuai dengan yang telah
direncanakan berdasarkan pentingnya masing-masing butir tes.
3.
Penulisan petunjuk dan contoh pengerjaan
Permusan petunjuk pengerjaan tes, dan bila perlu pemberian contoh
pengerjaan tes, untuk membantu peserta tes menghindarkan kesalahan yang
tiudakperlu, yang disebabkan bukan oleh ketidakmampuan menjawab pertanyaan atau
melakukantugas seperti dimaksudkan butir tes, melainkan karena alas an teknis
atau prosedur pengerjaanyang kurang jelas. Bila perlu dapat puladiberikan
contoh caramengerjakan atau menjawab pertanyaan yang diharapkan.
4.
Penulisan kunci jawaban atau rambu-rambu penskoran
Penyusunan kunci jawaban (unbtuk tes objektif) dengan skor 1 bila benar
dan 0 bila salah, dan rambu-rambu penskoran (untuk tes subjektif) dengan
rentangan skor tertentu (misalnya 2, 1, 0 atau 4, 3, 2, 1, dll),
tergantungpadaketepatan dan kelengkapan jawaban peserta sesuai dengan rincian
rambu-rambu penskoran yang telah disusun sebelumnya.
5.
Penetapan metode validasi tes
Penetapan metode validasi tes untuk melakukan kajian terhadap validitas
dan reliabilitas, dengan merujuk kepada rumus penghitungan yang sesuai dengan
jenis dan format tes yang digunakan.
6.
Moderating, pilot
testing, dan uji coba tes
Pengumpulan umpan balik untuk memperbaiki konsep tes yang telah tersusun
melalui berbagai cara termasuk moderating
atau editing yaitumasukan dan umpanbalik dari ahli dan teman sejawat
tentang berbagai aspek tes yang sedang disusun; pilot testing atau kadang0kadang disebut juga pre-testing yaitu semacam uji coba yang diselenggarakan secara
informal dan berskala kecil atau uji coba yaitu penyelenggaraan tes dengan
peserta tes yang memiliki kesamaan cirri seperti peserta tes sasaran
sebenarnya. Pelaksanaan berbagai jenis tes uji coba itu digunakan
untukmengumpulkan berbagai informasi tentang kekurangan dan kelemahan,
kekurangjelasan dan bahkan kesalahan yang dapat ditemukan. Revisi terhadap
konsep tes berdasarkan umpan balik, catatan, dan hasil analisis uji coba untuk
menghasilkan tes yang sesuai dengan yang direncanakan.
7.
Penyusunan seluruh perangkat tes
Penyusunan seluruh perangkat tes yang lengkap yang terdiri dari: (1) tes
dengan butir tes yang dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan dan contoh yng
diperlukan, dan disediakan dalam jumlah yang mencukupi untuk seluruh peserta
tes, (2) lembar jawaban. Jika diperlukan dalam jumlah yang cukup, (3) kunci jawaban
atau rambu-rambu penskoran untuk digunakan oleh pengajar.
Rincian penyusunan perangkat tes
|
Perangkat tes
|
Kegiatan
|
Jadwal pelaksanaan
|
|
(1) Kisi-kisi tes
|
Penusunan table berisi tujuan umum,rincian tujuan yang
disusun menurut penting dan tingkat kesulitannya, dan jumlah atau
persentasibutir tes atau pertanyaanuntuk masing-masingrincian tujuan
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(2) Butir-butir tes atau pengayaan
|
Penulisan butir-butir tes atau pertanyaan berdasarkan
rambu-rambu penulisan butir tes, sesuai dengan jenis dan formattes yang telah
ditetapkan untuk digunakan
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(3) Petunjuk dan contoh pengerjaan tes
|
Perumusan petunjuk cara pengerjaan tes yang jelas, bila
perlu disertai contoh pengerjaan tes, waktu yang tersedia untuk mengerjakan
seluruh atau masing-masing butir tes, dan bahkan rentangan skor yang tersedia
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(4) Kunci jawaban atau rambu-rambu penskoran
|
Penyusunan kunci jawaban tes objektif yang berisikan daftar
pilihan jawaban benar untuk masing-masing butir tes atau rambu penskoramn tes
subjektif dengan berbagai bentuk dan isi jawaban benar dengan rincian skor
yang bertingkat, nsesuai dengan ketrepatan dan keberterimaan jawaban
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(5) Metode validasi
tes
|
Penentuan validitas dan reliabilitastes serta cara
pembuktian tanpa.dengan rumus tertentu dan prosedur penghitungannya
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(6) Pengumpulan umpan balik dengan berbagai
metode untuk perbaikan mutu tes
|
Penentuan cara-carta pengumpulan umpan balik untuk
perbaikan tes, tempat danjadwal pelaksanaan dan kelompok orang yang
dilibatkan
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(7) Revisi konsep
tes
|
Pelaksanaan revisi tes berdasarkan umpan balik hasil uji
coba
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
|
(8) Seluruh perangkat tes selengkapnya
|
Penyusunan perangkat tes selengkapnya dalam bentuk final,
termasuk: butir tes dan pertanyaan yang telah direvisi, kunci jawaban atau
rambu penskoran yang telah disesuaikan, lembar jawaban tes, alat audio, dll
yang dirasa perlu.
|
Tetapkan ancar-ancar waktu
|
Ragam bentuk tes bahasa
1.
Tes subjektif
Tes subjektif merupakan tes yang jawabannya berupa uraian dan
penyekorannya dilakukan dengan mempertimbangkan benar salahnya uraian yang
diberikan.
Ciri penanda:
a.
jumlah soal tidak terlalu banyak
b.
hasil yang diperoleh kurang mewadahi
c.
banyak dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti:
kerapan penulisan, sikap penilai, emosi ataupun waktu yang terbatas.
Jenis tes subjektif:
a.
ingatan sederhana
dapat dijawab dengan singkat dengan menggunakan kata bagaimana, di mana,
berapa banyak, dan kapan.
b.
jawaban pendek
pertanyaan berisi perintah, seperti: berikan defenisi, susunlah,
tuliskan, yang dapat dinilai secara objektif.
c.
bentuk diskusi
memerlukan jawaban panjang, tidak dapat dinilai secara objektif, dengan
menggunakan kata: jelaskan, gambarkan, bandingkan, terangkan, berikan alas an,
dll.
2.
Tes objektif
Tes objektif merupakan tes yang cara pengamatannya dapat dilakukan secara
objektif yang dilakukan dengan cara mencocokkan kunci jawaban dengan hasil tes.
Ciri penanda:
a.
reliabilitas penyekoran dapat dijamin
b.
jangkauan bahannya cukup luas
c.
mudah dalam pemeriksaan
d.
dapat dipakai dalam kesempatan lain
Jenis tes objektif:
- tes objektif bentuk penyempurnaan
bentuk tes ini menuntut penyempurnaan pernyataan yang belum lengkap. Ini
mirip dengan tes subjektif jawaban pendek.
- tes objektif bentuk betul salah
variasi bentuk ini diminta untuk membetulkan pernyataan yang dianggap
salah.
- tes objektif bentuk penjodohan
bentuk tes ini memasangkan pernyataan yang disajikan dalam dua kelompok.
- tes objektif bentuk pilihan ganda
bentuk tes ini memilih jawaban yang benar dari alternative jawaban yang
disediakan
Tes keterampilan berbahasa
1.
Tes menyimak
Valette mengemukakan beberapa teknik pengetesan kemampuan menyimak:
a.
berupa perintah/petunjuk yang menghendaki perbuatan
sebagai jawabannya.
b.
Pertanyaan atau pernyataan yang diikuti soal pilihan
ganda
c.
Dialog atau percakapan yang diikuti soal pilihan ganda
d.
Ceramah dengan diikuti soal pilihan ganda
2.
Tes berbicara
a.
berdasarkan gambar
dengan adanya gambar, peserta diminta untuk menceritakannya
b.
wawancara
melakukan tanya-jawab
c.
diskusi
menyampaikan pendapat, mempertahankan pendapat, menaggapi ataupun yang
lainnya.
d.
bercerita
meminta menceritakan sesuatu seperti: pengalaman atau topic tertentu.
e.
ujaran terstruktur
mengatakan kembali apa yang telah ditanyakan atau didiktekan
3.
Tes membaca
Membaca merupakan proses pengolahan bacaan atau teks untuk menggali
informasi yang terdapat dalam teks.
Ragam tes membaca:
a.
teknik rumpang
b.
menceritakan kembali
c.
tes meringkas
d.
tes subjektif
e.
tes objektif
4.
Tes menulis
Menulsi dapat diartikan sebagai aktivitas pengekspresian ide, gagasan,
pikiran, atau perasaan ke dalam lambing tulisan.
Ragam tes menulis:
a.
tes menulis berdasarkan rangsangan suara
b.
tes menulis berdasarkan rangsangan visual
c.
tes menulis dengan rangsangan buku
d.
tes menulis laporan
e.
tes menulis berdasarkan tema tertentu
f.
tes menulis surat
Ragam penilaian kelas
1.
tes tertulis
2.
penilaian kinerja
3.
penilaian portofolio
4.
penilaian proyek
5.
penilaian hasil kerja
6.
penilaian sikap
7.
penilaian diri
8.
peta perkembangan hasil belajar
9.
analisis instrument
10. evaluasi
hasil penilaian
B. RANGKUMAN
Secara
keseluruhan, penyusunan tes meliputi dua tahap yakni penyusunan rencana tes dan
penyusunan perangkat tes. Ragam bentuk tes bahasa terdiri: tes objektif dan tes
subjektif, sedangkan tes keterampilan berbahasa, meliputi: tes menyimak, tes
berbicara, tes membaca, dan tes menulis. Namun terlebih dahulu memilih ragam
penilaian kelas, antara lain: tes tertulis, penilaian kinerja, penilaian
portofolio, penilaian proyek, penilaian hasil kerja, penilaian sikap, dan peta
perkembangan hasil belajar.
C. REFERENSI
Majid, Abdul.
2008. Perencanaan Pembelajaran:
Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar